Friday, June 03, 2011

Pertolongan Pertama Pada Mimisan

Aku dan adekku sudah terbiasa mimisan sejak kecil. Tidak sering tapi cukup membuat bunda pengalaman mengatasi mimisan ketika terjadi. Tak usah panik, tak usah khawatir bila terjadi mimisan langsung saja ambil sebongkah es batu, balut dengan kain dan kompreskan pada bagian antara dua mata agak sedikit kebawah. Sambil dipijat pijat ringan selama beberapa menit. Alhasil, biasanya tidak sampai 10 menit mimisanku akan berhenti. Sangat mudah bukan?. Kuncinya adalah tenang menghadapi segala situasi.

Berbicara mengenai mimisan, ayo kita simak tentang mimisan itu apa?
Mimisan atau Epistaksis
Epistaksis adalah perdarahan akut dari rongga hidung, yang keluar melalui lubang hidung ataupun ke belakang (nasopharing). Secara patofisiologis, bisa dibedakan menjadi epistaxis anterior dan posterior. 90 % mimisan berasal dari bagian depan hidung (anterior), berasal dari  sekat/dinding rongga hidung. Mengapa berdarah?  Bagian dalam hidung dilapisi oleh mukosa yang tipis dan mengandung banyak pembuluh darah (al Kiesselbach plexus) yang fungsinya menghangatkan dan melembabkan udara yang dihirup. Pembuluh-pembuluh ini amat peka terhadap pengaruh pengaruh dari luar, selain karena letaknya di permukaan juga karena hidung merupakan bagian wajah yang paling menonjol. Sehingga perubahan cuaca (panas, kering), tekanan udara (di daerah tinggi), teriritasi gas/zat kimia yang merangsang, pemakaian obat untuk mencegah pembekuan darah  atau hanya sekedar terbentur (pukulan), gesekan, garukan, iritasi hidung karena pilek/allergi atau kemasukan benda asing dapat menimbulkan mimisan. Jenis mimisan yang anterior biasanya lebih mudah diatasi dengan pertolongan pertama di rumah.

Epistaksis posterior, sumber perdarahannya berasal dari rongga hidung bagian belakang atau nasopharing. Mimisan biasanya lebih berat dan biasanya merupakan indikasi adanya suatu penyakit serius seperti demam berdarah, tekanan darah tinggi, tumor ganas (kanker) pada rongga hidung atau nasopharing, kanker darah (leukemia), penyakit kardiovaskuler, hemofilia (kelainan darah) dll.

Diagnosa dan penanganan

Pada anak dan individu yang sehat, seringkali mimisan (yang anterior) bisa diketahui ‘sendiri’ dari jumlah darah yang keluar dan lamanya waktu sampai mimisan berhenti. Diperlukan sikap yang tenang bila anak kita mimisan dan segera menanganinya. Caranya adalah dudukkan anak dengan posisi miring ke depan, kemudian pijitlah hidung dengan ibujari dan jari telunjuk selama sekitar 5 menit. Mimisan ringan biasanya berhenti dalam waktu 3-5 menit setelah hidung dipencet dan atau dikompres es/dingin. Di Indonesia masyarakat biasanya menggunakan daun sirih yang memang berkhasiat membekukan darah.

Bila mimisan hebat , berkepanjangan  dan tidak berhenti setelah dilakukan pertolongan pertama seperti disebutkan diatas (lebih dari 15 menit), hendaklah penderita segera dibawa ke dokter karena kehilangan darah yang berlebihan bisa  membahayakan jiwa. Dokter akan  menanyakan riwayat kesehatan, perdarahan, obat-2an yang digunakan, kemudian melakukan pemeriksaan hidung secara teliti untuk mengetahui lokasi dari sumber perdarahan dan tentunya pemeriksaan fisik secara umum untuk mencari adanya penyakit diluar ‘hidung’.

Tindakan yang mungkin dilakukan tenaga medis untuk menghentikan mimisan antara lain :

1.Pemasangan tampon rongga hidung
2.Kauterisasi pembuluh darah
3.Metoda lainnya seperti :
  • Cryotherapy — Using cold temperature to freeze the site of bleeding
  • Laser therapy — Using a laser beam to seal the bleeding blood vessel
  • Embolization — Injecting a special plug into the bleeding vessel to block blood flow
  • Surgery


Mencegah mimisan
  • Jangan mengorek hidung, terutama bila kuku panjang 
  • Jangan terlalu keras bila sisih (mengeluarkan lendir dari hidung)
  • Menggunakan semprot hidung berisi saline (over the counter) sebelum tidur
  • Oleskan Vaseline/petroleum jelly dekat lubang hidung sebelum tidur
  • Menghindari trauma pada wajah 
  • Menggunakan masker bila bekerja di laboratorium untuk menghindari menghirup zat-zat kimia secara langsung
  • Hindari asap rokok karena asap dapat mengeringkan dan mengiritasi mukosa 
  • Jika menderita alergi berikan obat antialergi untuk mengurangi gatal pada hidung
  • Stop pemakaian aspirin karena akan memudahkan terjadinya mimisan dan membuat mimisan berkepanjangan

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...